Penyakit PMK dan Cara Pengolahan Daging

Ayobuka.com – Wabah penyakit PMK (mulut dan kuku,) tengah memicu kekhawatiran. Wabah ini sudah menyerang hewan berkuku, termasuk rusa, kambing, serta sapi. Penyebab dari PMK merupakan virus yang berasal dari famili Picornaviridae, genus Aphthovirus.

Pada hewan, gejala penyakit mulut serta kaki ditandai dengan adanya demam akut. Selain itu, muncul pula lepuh terutama di bagian mulut dan kaki. Hewan yang biasanya terinfeksi akan mengeluarkan banyak partikel virus sebelum tanda-tanda klinis muncul.

Cara Memilih Daging Bebas Penyakit PMK

memilih-daging-bebas-pmk

Merebaknya PMK, membuat Anda harus waspada khususnya dalam memilih daging. Lantas,, bagaimana cara memilih daging bebas penyakit mulut dan kuku sapi. Tenang, Anda tidak perlu cemas terkait PMK pada sapi dan takut makan daging. Hanya saja, pada saat ini alangkah baiknya hindari beberapa bagian sapi, seperti kaki, mulut, lidah, dan jeroan.

Umumnya, bagian-bagian ini bisa terpapar langsung oleh virus PMK. Berdasarkan Dr. Devia Irine Putri, ada berbagai macam cara memilih daging yang baik tanpa perlu khawatir PMK, yaitu:

1. Pastikan Pilih Daging Segar

Anda harus bisa membeli daging yang sudah terjamin kesegarannya. Umumnya, daging yang baik mempunyai warna merah segar dan kenyal, tidak berlendir, lembek, serta tidak bau busuk.

2. Cuci Daging Sampai Bersih

Setelah Anda membeli daging, cuci dengan menggunakan air bersih sebelum dimasak. Apabila daging tidak ingin langsung dimasak, maia jangan dicuci dulu. Alangkah baiknya, pindahkan langsung ke wadah yang kedap udara lalu simpan di freezer.

3. Masak Daging Sampai Matang

Masak daging sampai matang secara sempurna. Hindarilah untuk memasak daging setengah yang matang. Takutnya, masih ada beberapa bakteri ataupun virus yang menempel pada daging. Apabila daging yang tidak matang dikonsumsi, risiko penyakit bisa saja muncul.

4. Jangan Buang Bungkus Daging Sembarangan

Sebelum Anda membuang kemasan daging, maka bisa langsung merendamnya terlebih dahulu dengan pembersih misalnya deterjen. Cara ini bisa saja membantu mencegah penyebaran virus PMK.

Selain daging, Anda juga akan tetap bisa mengonsumsi susu sapi atau produk olahannya. Hal ini penting sekali, jadi pastikan produk tersebut sudah melalui proses pengolahan dengan baik dan terjamin kualitasnya.

Bahaya PMK pada Manusia

Berdasarkan hasil penelitian European Centre for Disease Prevention and Control, penyakit mulut dan kaki hewan pada dasarnya tidak berhubungan dengan manusia. Hal ini berarti, penyakit ini tidak secara langsung menyebabkan penyakit pada manusia.

Penyakit mulut serta kuku (foot and mouth disease) pada manusia memang dianggap sangat jarang. Namun, selama wabah besar PMK yang mempengaruhi hewan di Inggris tahun 2001, malah tidak ada kasus pada manusia yang dilaporkan.

Meskipun begitu ada pengawasan ditingkatkan. Bahkan, secara umum keadaan PMK pada manusia diduga berkaitan dengan konsumsi susu yang tidak melalui pasteurisasi. Sementara itu, orang yang terinfeksi PMK juga mungkin bisa disebabkan konsumsi produk susu atau daging yang belum diproses dari hewan yang terinfeksi. Tidak hanya itu saja, petani dan dokter hewan berisiko terinfeksi PMK bila berkontak langsung dengan hewan yang terinfeksi.

Namun, hingga saat ini tidak ada catatan penularan penyakit mulut dan kuku sapi dari orang ke orang. Bahkan, masa inkubasi virus pada manusia hanya sekitar 2-6 hari. Gejalanya memang sebagian besar ringan dan bisa langsung sembuh dengan sendirinya. Keluhannya ini bisa saja meliputi kesemutan, lecet pada tangan, kaki dan mulut; sakit tenggorokan, bahkan demam.

Pemulihan dari infeksi PMK yang ada pada manusia. Bahkan, biasanya terjadi dalam waktu satu minggu sesudah lepuh terakhir terbentuk.

Daging Merah dan Daging Putih, Mana yang Kaya Gizi?

Mulai saat ini, Anda harus lebih cermat dalam memilih daging. Perhatikan juga tips yang ada di atas agar kesehatan Anda dan keluarga tetap terjaga selama mengkonsumsi daging sapi.

Rolas Medika

Rolas Medika merupakan induk perusahan dari beberapa RS dan klinik di Indonesia dengan visi menjadi perusahaan pelayanan kesehatan yang mandiri, tumbuh berkembang dan berdaya saing tinggi  dan misi :

Tinggalkan komentar