Media Event YKI Jabar : Upaya Mengatasi Kesenjangan Informasi Tentang Kanker

Ayo Buka – Kanker adalah pertumbuhan yang tidak normal dari sel-sel jaringan tubuh yang berubah menjadi ganas. Sel-sel tersebut dapat tumbuh lebih lanjut serta menyebar ke bagian tubuh lainnya serta menyebabkan kematian.

Yayasan Kanker Jawa Barat atau YKI Jabar sebagai sebagai organisas nirlaba yang bersifat sosial dan kemanusiaan di bidang kesehatan khususnya dalam upaya penanggulangan kanker menyelenggarakan kegiatan media event Word Cancer Day 2022 dengan judul “Upaya Mengatasi Kesenjangan Informasi Tentang Kanker”

Media Event YKI Jabar dengan Tema Upaya Mengatasi Kesenjangan Informasi Tentang Kanker

Kegiatan yang telah telah dilaksanakan pada hari Selasa, 22 November 2022 di Bumi Samami ini dihadiri oleh Dr. Drajat R Suardi., Sp.B(K)-Onk.,FICS selaku ketua YKI Cabang Koordinator Jawa Barat sekaligus sebagai pemateri pertama dengan judul “Apa itu Kanker dan Kesenjangan Informasi Kanker Payudara”

Dr. Drajat ketua YKI Jabar

Dalam paparannya, beliau mengingatkan akan pentingnya pemeriksaan secara dini pada dokter setelah diketahui ada gejala kanker yang muncul. Pasalnya makin cepat diketahui dan ditangani, peluang kesembukan kanker akan lebih tinggi. Gejala kanker payudara yang harus diwaspadai yaitu, adanya benjolan, cairang yang keluar dari puting serta luka yang tak sembuh.

Ada dua faktor pada proses terjadinya kanker.
Pertama, faktor internal yang meliputi genetik terjadi jika seseorang memiliki keturunan atau riwayat kanker dalam keluarganya. Namun bukan berarti ada keluarga yang terkena kanker maka keturunannya 100% akan kena kanker juga. Peluang kanker diturunkan hanya 5%, sisanya ada faktor eksternal juga yang berpengaruh.
Kedua, faktor eksternal terdiri dari :
1. Biologic, misalnya infeksi, virus dan mutasi gen
2. Kimiawi akibat terpapar zat kimia dan radiasi secara berlebihan
3. Fisik. misalnya paparan sinar matahari pada kulit yang berlangsung lama dan terus menerus.

Pemeriksaan kesehatan secara rutin penting dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan secara keseluruhan. Karena kanker dengan stadium dini tidak memiliki gejala. Gejala yang muncul menandakan kanker sudah masuk stadium lanjut.

Jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika gejala sudah muncul. Makin cepat diketahui dan diberi tindakan, peluang kesembuhan kanker semakin tinggi. Di sinilah pentingnya memeriksakan kesehatan secara rutin walaupun tidak ada gejala yang muncul.

Ada lima langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk membantu menjaga kesehatan dan mengurangi berbagai jenis kanker. Program yang digagas oleh Kementrian Kesehatan ini dinamakan CERDIK. Berikut penjelasannya.

Cegah Kanker dengan CERDIK

  1. Cek kesehatan secara rutin
    Pemerikasaan rutin diperlukan untuk memantau kesehatan secara keseluruhan. Jika ada gangguan kesehatan dapat ditangani dengan lebih cepat
  2. Enyahkan asap rokok
    Merokok banyak mengakibatkan penyakit berbahaya. Dengan berhenti merokok maka risiko terkena penyakit terutama yang berhubungan dengan pernafasan dapat menurun
  3. Rajin aktivitas fisik
    Berolahraga secara rutin memiliki banyak manfaat. Selain untuk menjaga berat badan, olahraga juga dapat mengurangi risiko kanker. Jadi jangan lupa untuk selalu meluangkan waktu berolahraga setidaknya 5 hari dalam seminggu selama 30 menit saja.
  4. Diet seimbang
    Menjaga asupan makanan seimbang penting untuk dilakukan untuk mendapatkan tubuh yang sehat. Hindari diet jenis makanan tertentu. Sabaiknya penuhi kebutuhan tubuh akan makanan sehat dengan porsi yang seimbang.
  5. Istirahat yang cukup
    Setelah beraktivitas seharian, tubuh memerlukan waktu untuk untuk mengembalikan energinya. Jangan lupa untuk memenuhi hak tubuh dalam beristirahat, ya.
  6. Kelola stress
    Stess bisa memberikan beban psikologis yang besar terhadap tubuh. Hal ini bisa menimbulkan banyak penyakit termasuk di dalamnya kanker. Kelola stress dengan baik dengan melakukan kegiatan yang disukai.

Materi kedua dilanjutkan oleh dr. Indra Wijaya, Sp.P.D-KHOM selaku wakil ketua IV bidang Penelitian dan Registrasi Kanker dengan tema “Kesenjangan Informasi tentang Kanker Paru”

dr, indra spesialis penyakit kanker paru

Dalam paparannya beliau menjelaskan bahwa kanker paru merupakan penyakit dengan angka kematian tertinggi. Semua orang berisiko terkena kanker ini. Penyebab utama dari kanker paru adalah merokok yang mencapai 85%. Lainnya disebabkan oleh paparan zat kimia.

Faktor risiko yang harus diwaspadai untuk kanker paru ini yaitu,
– Perokok aktif
– Perokok pasif, orang yang tidak merokok tapi sering terkena paparan rokok
– Berada dalam lingkungan tingkat polusi udara yang tinggi.
– Terkena paparan asbes dan karsinogen, zat penyebab kanker.
– Genetik

Tidak berbeda jauh dengan kanker payudara, penanganan dini kanker paru-paru dapat meningkatkan presentase tingkat kesembuhan. Berhenti merokok menjadi hal utama yang harus dilakukan untuk membantu mengurangi faktor risiko terkena kanker paru.

Banyak dari gejala kanker paru yang tidak spesifik. Beberapa gejala dan ganggungan kesehatan yang bisa mengindikasikan kanker paru mencakup
1. Gangguan pernafasan, seperti batuk terus menerus, batuk darah, sesak nafas dan mengi
2. Gangguan sistemik, seperti berat badan turun, sering merasa lelah, demam,
3. Gangguan yang diakibatkan oleh massa kanker, seperti nyeri dada, nyeri tulang, masalah dalam menelan.
Keterlambatan diagnosis menyebabkan kanker paru datang pada stadium lanjut, sehingga upaya membuat diagnosis dini menjadi tantangan pengobatan kanker paru.

Media event yang disponsori oleh Bank BJB, Hevitro dan T Organa ini diikuti oleh 24 media yang berasal dari media televisi, media online dan radio. Ketua pelaksana, Ibu Nelimay selaku wakil ketua VI bidang Humas YKI Koord Jawa Barat mengharapkan dengan terlaksananya kegiatan ini dapat menjadi upaya memperkecil kesenjangan informasi mengenai kanker kepada masyarakat di Jawa Barat khususnya mengenai pentingnya deteksi dini penyakit kanker.

Ikuti juga YKI Jabar @yki_jabar lewat Instagram- nya, untuk informasi seputar kanker.

 

Tinggalkan komentar