Genre Lukisan Baru, Auratic Painting

Ayobuka.com – Seni lukis bukanlah hal baru di kalangan masyarakat namun auratic painting tentu masih terasa begitu asing di telinga kita. Karya seni ini bisa dibilang merupakan hasil dari kemajuan zaman dan perkembangan teknologi yang ada di sekitar kita. Visualnya tak kalah indah dengan jenis lukisan lain yang sudah sering kita lihat. Mari berkenalan lebih jauh dengan aliran lukis yang satu ini!

Pelopor Seni Lukis Auratik

penggabungan antara teknologi dan seni menjadi sebuah lukisan bernama auratic painting yang memiliki manfaat kesehatan mental
Horses, salah satu auratic painting yang memukau ( Sumber : Auratic Painting )

 

Masih terdengar asing, karya seni ini memang belum lama diperkenalkan ke masyarakat luas. Seni lukis auratik diperkenalkan oleh seorang seniman asal Magelang bernama Eko Budhi Purwanto. Pria yang lahir pada tanggal 9 Januari 1961 ini menghadirkan sebuah genre seni lukis yang benar-benar baru dan unik.

Karya lukis auratik ini menggunakan teknik yang berbeda dari seni lukis pada umumnya. Eko memperkenalkannya sebagai sebuah lukisan yang dikerjakan memakai teknik blok tinta digital. Inilah yang membuat seni lukis auratik juga sering disebut dengan digital inc block art. Dari sini saja sudah terlihat sangat menarik karena tak memakai media cat biasa.

Lukisan auratik dibuat dari blok tinta digital yang disusun secara manual. Jadi perlu ditegaskan bahwa lukisan ini tak dibuat dengan software khusus apapun. Itulah yang menambah nilai keistimewaan dari lukisan ini. Medianya unik namun teknik pembuatannya juga masih melibatkan keterampilan dan jiwa seni, bukan sekadar mengandalkan software otomatis.

Hasil Karya Eko Budhi Purwanto

karya seni auratic painting karya Budhi Eka Purwanto
Becak ( Sumber : auraticpainting.com )

 

Sebagai pelopor genre auratic painting, Eko telah melahirkan banyak karya. Ada beberapa judul lukisan yang sudah ia rilis dengan menggunakan teknik pembuatan blok tinta digital. Berikut adalah beberapa judul karya lukis auratik buatan Eko:

  • Istana Merdeka: memperlihatkan sisi megah dan indah dari Istana Merdeka.
  • Jamu Gendong: menampilkan seorang wanita penjual jamu gendong yang memakai kain batik dan baju tradisional khas Jawa.
  • Honesty: lukisan wajah seorang perempuan yang dibuat polos apa adanya.
  • Horses: menampilkan dua ekor kuda yang melambangkan simbol kekuatan fisik dan mental untuk bertahan hidup.
  • Athlete: menunjukkan kekuatan dan kegagahan seorang atlet yang digambarkan dengan penuh kharisma.

Selain itu masih ada beberapa karya lukis auratik yang telah Eko rilis. Ada satu poin menarik yang diselipkan pada setiap lukisan karya Eko. Setiap lukisan tersebut membawa pesan-pesan moral yang sangat berhubungan erat dengan psikologi manusia. Ternyata ini adalah tujuan utama Eko memperkenalkan karya seni lukis auratik ke masyarakat.

Seni Auratik sebagai Media Psikoterapi

Eko memiliki perhatian lebih pada dunia psikologi dan kesehatan mental. Melalui setiap karya lukisan auratik tersebut, ia ingin menghadirkan media yang tepat untuk keperluan psikoterapi. Setiap lukisan yang ia buat diharapkan bisa membantu orang-orang yang mengalami masalah psikologi dan gangguan mental. Bisa dilihat bahwa pada lukisan-lukisan tersebut ada pesan kekuatan yang ingin disampaikan.

Selain digunakan sebagai media psikoterapi, karya seni lukis auratik ini juga dapat digunakan sebagai sarana dekorasi. Tentu saja keindahan karya seni ini tak boleh dilewatkan saja dan layak untuk dinikmati. Masyarakat juga dapat memanfaatkan karya seni ini untuk kepentingan bisnis tanpa mengurangi nilai keindahannya sedikitpun.

Auratic painting menjadi sebuah genre seni lukis yang sangat menarik untuk ditelusuri. Memadukan teknologi, seni, dan psikologi, karya lukis ini bisa mendatangkan begitu banyak manfaat. Terutama sebagai media psikoterapi bagi keluarga, anak-anak, remaja, maupun orang dewasa. Diharapkan semakin banyak seniman yang menghasilkan karya-karya seni lukis auratik lainnya di masa depan.

 

Tinggalkan komentar