Cerbung; tentang JjOoDdOoHh, Part 5

randy-martin-puji-kecantikan-cassandra-lee-6bf867

Aku memutuskan untuk pulang saat adzan magrib dikumandangkan. Kuhabiskan tujuh jam di taman itu, sambil tersenyum melihat sekitar! Kuletakkan sepedaku sembarangan. Pintu rumah hanya kukatupkan saja. Tidak ada yang bisa dirampas dari rumah usang bau amis yang menyedihkan ini. Aku melangkah pelan menuju kamarku dipojok ruangan. Tapi langkahku terhenti. Pintu kamar ibu terbuka. Biasanya pintu ini hanya terbuka dini hari setiap kali ayah datang menghancurkan semua guci, gelas dan semua barang. Tidak pernah lelaki itu datang secepat ini.

Tak bisa aku tak peduli. Kulangkahkan kakiku menuju pintu putih dengan hiasan percak darah kering yang selama ini menjadi saksi bagaimana kepala ibu berkali-kali dihantukkan tanpa boleh mengatakan ampun.

Aku membuka pintu perlahan, dan mendapati ibu tergantung. Itu adalah kali pertama aku menatap wajah ibuku. Aku berharap, aku bisa menangis.

Kau kira jatuh cinta itu indah? Tidak ada indah-indahnya! Cinta adalah sebuah dilema yang menyakitkan. Hanya orang-orang munafik yang jatuh pada cinta. Orang-orang yang berjanji sehidup semati bersama tapi dusta. Kenapa ibu pergi dengan cara seperti itu? Kenapa ayah tak ingin melihatku? Kenapa mereka selalu bertengkar setiap tengah malam? Kenapa? Kenapa aku, yang kebanyakan orang katakan, buah cinta mereka, seperti sebuah dosa. Apa itu cinta? Aku tidak percaya sampah brengsek itu! Aku tidak akan pernah jatuh pada cinta!

Maafkan aku, aku sungguh emosi, semoga kau senatiasa sehat disana, diary baik hati. Selamat malam dari kejauhan!


Artikel Terkait