Cintai Aku Karena Kecintaanmu Pada Allah. Hingga Kelak, Tak Ada Alasanmu Tuk Tinggalkanku Saat Pesonaku Mulai Memudar,..

0e4545749_1442929748_blog-in-defense-of-sadness

Mencintaiku itu mudah.

Jangan cintai aku karena fisikku. Karena kau akan kecewa saat mengetahui bahwa diluarsana begitu banyak yang lebih cantik dariku. Kau akan kecewa ketika kulitku mulai keriput. Kau akan kecewa saat aku menua dan tak terlintas sedikit kecantikan pun yang tersisa.

Jangan cintai aku karena kebaikanku. Karena yang kau lihat diluar itu dangkal.. aku manusia, yang juga pasti banyak berbuat salah dan khilaf. Sehingga nantinya kau akan kecewa saat mengetahui bahwa aku tak sebaik itu. Aku tak sebaik yang kau tahu dan kau harapkan selama ini.

Jangan cintai aku karena kepintaranku. Karena seperti diri ini, otakku pun akan menua dan perlahan pikun, melupakan segala hal, dan mungkin juga perlahan melupakanmu.

Jangan, jangan cintai aku karena semua itu, pun jangan cintai aku tanpa alasan, “hanya cinta”, jangan. Karena cinta akan memudar, karena cinta pun adalah sebuah alasan klasik yang sebenarnya tidak nyata, bisa menghilang saat kau menemukan cinta yang lain.

Pintaku sederhana saja. Cintai aku karena kecintaanmu pada Tuhan kita. Cintai aku karena dengan begitu kau telah menggenapi separuh agamamu bersamaku. Cintai aku karena dengan begitu setiap hari kita bisa menjadi ibadah untuk mendekat pada-Nya. Sesederhana itu. Sesederhana cinta dalam arti yang tidak muluk-muluk.

Hingga kelak, tak ada alasanmu untuk tak mencintaiku karena rupaku yang tak lagi menawan, atau ketidaksanggupanku berbuat baik seaktif dulu, atau kepintaranku yang sedikit pun tak lagi membekas.

Sehingga nanti, tak ada alasan bagimu untuk meninggalkanku saat kau sudah tak lagi cinta, karena kau mencintaiku dengan kemurnian cintamu pada Allah, yang maha membolakbalikkan hati, yang maha menjaga sebuah perasaan agar tetap utuh pada yang dicinta. Semoga. Semoga kita bersua dengan sebaik-baiknya cinta-Nya.


Artikel Terkait