Cerbung; Petualangan Jomblo Dalam Berita, Part 1

1463907547804
“Waduh, salah ini bus-nya, Dek. Nyebrang lagi ya, ntar transit lagi.” 

Dan itu adalah mantra pembunuh keceriaan trio kwek-kwek dipagi yang berbahagia ini-___- *apaaa?

Hari ini, Minggu ceria, dan kami bangga menjadi Pejuang Subuh dihari kemalasan ini. Bangun pagi-pagi untuk memenuhi panggilan tes tertulis sebagai pelamar kerja. *eaaaaak

Saking cerianya, sampe salah bus, dan ujung-ujungnya telat 10 menit untuk hal yang cukup penting ini. Mungkin memang nasib kita selalu always telat kapanpun dan dimanapun. Padahal sudah sangat semangat dingin-dingin dengan belaian angin jalan ke halte UNRI muter-muter padahal halte Giant ternyata ada. Hadeeh. Udah berapa lama sih Anda di Pekanbaru? Almost 3 years? Dan elo ga tau kalo di Giant ada halte? Begok beuud lari-lari dari Balam ke halte UNRI. Gw yakin, orang2 yg liat 3 kurcaci lari-lari ngejar bus ke halte UNRI padahal di Giant ada bakal mikir kalo kita betiga error analysis. *eh

“Ko harus masukin kisah ini ke novel ko, Mon.”

“Ko harus masukin kisah ini ke novel ko, Mon.”

“Ko harus masukin kisah ini bla bla bla.”

Setiap radius 300 meter Lola mengungkapkan hal yang sama.
Novel apaan? Pejuang Subuh? P2K? Para Pelamar Kerja? Kurcaci Busway? Trio Kwek-Kwek? Avaaaaaaa? *kok jadi alay gini ya-_-

Kami mengalami hari yang lumayan stress; telat sepuluh menit, ngerjain soal Filsafat, Agama Islam, Pengetahuan Khusus, Sains, Matematika and Bahasa Inggris, lalu diwawancara dan dipermalukan.

Illustration:
MR: Coba kalian ngomong Bahasa Inggris.
Gw: Where will u go after this?
Ida: I will go home then I’ll practice my English…
MR: Apa yang akan kalian lakukan 2 tahun ke depan? Dimulai dari kamu.
Ida: I will finish my study first, seek for a job and always practice my English… (Kurang lebih begitu)
Gw: Actually, I wanna continue my study. I wanna get my master degree in India or New Zealand. *eaaaak
MR: India? Wah, India itu murah ya. Semua teknologi contohnya HP bla bla bla (curhat)
MR: Wah, tulisan Mbak ini bagus ya, rapi sekali… Coba deh, bandingin samaa… Haa.. Ini! (Ambil kertas jawaban Olifvia Monica)
Gw: That’s because I have to be faster, Sir! (Bela diri)
MR: Halah, waktunya kan samaa, dia juga jawab sebanyak kamu.
Gw: U can look at my CV. It’s better than this one. (Masih bela diri)
MR: (Senyum ngejek)

Selang beberapa menit giliran si Lola yang masuk ke ruangan sidang. Keluar-keluar wajahnya kucel dan kami ga bawa Rinso-_-“

“Aku gak ditanyain apa-apa selain perkenalan dalam Bahasa Inggris. Gitu doaang.”

“Yaaa, emang gitu doaaaang.. Emang lo mau ditanya apaaa? Will u marry meee? Aaaaaakkkkkk”

“Udah ah, aku lapeer.”

Dan kami kembali menunggu bus, berhenti di halte transit Panam. Lalu menemukan sebuah tempat makan “Warung NDESO”. Kami terpukul. Kami berasa dikatain. NDESO? Tapi karena Lola hampir mati menahan lapar, jadi kami makan saja.

Gw: “Bebek Goreng.”
Ida: “Ko jadi pemakan diri sendiri sekarang?”
Gw: “Hah? Iya, aku berkhianat. Ternyata bebek itu enak. Huhuhuuu”
Ida: “Kwetiau.”
Lola: “Nasgoooor.”

Dan selalu, rumput tetangga lebih hijaaauuu. Kami menyerbu nasi goreng Lola. Wkwkwkwk

Gw: (ambil kerupuk)
Ida: (follower)
Lola: (ikutan juga)

Setelah memenuhi hak perut, kami pun pulang menaiki busway turun di halte Giant. Lantas karena saya ingin membeli sesuatu di hypermart sekaligus menarik uang, maka kami pun singgah di Giant dengan niat mulia diawal.

Gw: eh aku mau liat sepatu lah. Sepatu yg kemaren hampir copot gituu.
Ida: ya ampuun. Kakii elooo. Ganaaas
Gw: bagusan yang mana?
Lola: abu-abu.
Ida: iya. Tapi ini bagus juga.
Gw: iya, yang ini juga bagus.
Lola: ini bagus juga!

Dan sisi emak-emak kami keluar. Sudah beberapa ronde orang-orang masuk ke toko sepatu ‘teeet’. Tapi kami belum undur diri juga.

Lola: yang mana jadinya Moooon (emosi)
Gw: tulah aku galaau. Yang ini aja kali ya. Bismillah. Ini bang! (Berkata mantap)
Lola: eh, itu bagus pula ya? (Nunjuk sepatu lain)
Gw: iyaaaa. Lucuuuuu. Haaa. Yang ini aja kali ya (nyoba)
Ida: yaampun Moooon. Lolaa cukuup, jangan goda diaaa..
Gw: (memelas) kaak, yang ini ajaa
Mbak sepatu: yang ini aja? Yg tadi ga jadi?
Gw: hehehehehe (innocent)
Lola: ya Allah Mooon, udh dibungkuuss
Gw: *ketawa setan*

Abang sepatu: kaos kakinya gak sekalian dek?
Gw: iyuh, abg ni promo.
Abg sepatu: nah, biar gak bolak-balik. Kan sekalian.
Gw: iyalah bang eh, diskoon lah bg!
Abg sepatu: Udah harga pas, dek.
Gw: yaampun, kurang lah bg. Gitu banaa
Abg n kk sepatu: ketawa-ketiwi
Gw: yasyudahlah. bayar Ida!
Ida: (ngeluarin duit)

Dan trio macan melanjutkan perjalanan. Kami sudah lupa niat mulia diawal.

Ida: pengen es krim:(
Gw: makan es krim kita?
Lola: sholat dulu yook

Kami pun melangkah ke musholla Giant terdekat. Banyak godaan dalam perjalanan ke musholla.

Ida: ke salon kita.
Gw: sholaaaaat

Gw: bagus ya bajunya.
Lola: sholaaaaat

Dan kami akhirnya sholat. Lantas melanjutkan perjalanan kembali.

Gw: ada baiknya kita menunaikan niat awal terlebih dahulu sebelum makan es krim. Ambil duit dan ke hypermart. Bagaimana dua kelinci?
Dua kelinci: siap adinda olifvia. *eaaak

Kami pun mengambil duit dan belanja di hypermart. Dan berat-berat membawa dua kantong belanjaan ke ‘teeet’ untuk makan es krim.

Gw: ada baiknya kita menghitung utang kita disini dua kelinci.
Dua kelinci: baik adinda olifvia~

Kami pun hitung-hitungan, membuat keributan. Dasar padusi!

Gw: pulang lagi nih? Gilak ya dari subuh dan sekarang udah hampir jam tiga ajaa..

Lantas saya dan dua kelinci cap kacang berjalan menjauhi Giant *slow motion. Tapi karena kami wanita, kami berhenti (lagi) untuk melihat-lihat jilbab.

Gw: udah ya, pulang ya?
Ida: iyaa, gue mau tiduur.

Kami pun menyusuri Balam Sakti, berbelok menuju kos dua kelinci.

Ida: gak istirahat dulu disini?
Gw: gak lah, pulang aja. Byeee dua kelinciiii
Lola: hati-hatiii adinda olifviaaa

Gue pun memacu si Milly (sepeda hijau cantik melati) menuju kos tercinta seraya membonceng hasil jerahan hari ini. *what?

Saat meninggalkan dua kelinci, gue terbayang-bayang 8 jam yang telah kami habiskan bertiga. Gue sediiiiih. Gue gak bisa terima kalo kerupuk di wong teeeettt itu satunya empat ribu!


Artikel Terkait