Namun, Bagaimanapun Aliran Airmu, Setidaknya, Kau Tak Kekeringan, Kan?!

alone-pics-14

Aku sering bertanya. Bagaimana bisa seseorang hidup begitu bahagia, tanpa ada duka, ah, jika pun ada, hanya sekadar goresan-goresan yang tak begitu berarti.

Ada, hidup seperti itu ada. Mengalir tanpa pernah tersendat. Mungkin karena mata airnya begitu jernih dan murni. Bukan seperti hidup yang banyak manusia jalani, ah, atau segelintir jalani–penuh kotoran, tersendat, harus bersusah payah agar kembali mengalir. Pun terkadang kembali tersendat, dan kembali berusaha lebih keras agar tetap mengalir meski perlahan.

Entah kapan hidup seperti itu akan benar-benar mengalir setiap hari, tanpa ada hambatan yang berarti.

Ada, hanya satu dua, atau mungkin tidak pernah ada?
Mungkin yang satu dua hanya fana? Atau kesendatannya tak terlihat kasat mata?

Entahlah, mungkin hidup memang begitu, seperti air yang mengalir, penuh keberagaman.

Ada yang jernih, tapi tak mengalir. Ada yang mengalir perlahan diantara sampah-sampah kehidupan. Ada yang mengalir begitu deras tanpa hambatan.

Namun, bagaimanapun aliran airmu, setidaknya, kau tak kekeringan kan?!


Artikel Terkait