Aku Kira, Dengan Melupakanmu, Aku Akan Semakin Baik-Baik Saja. Tapi Ternyata,…

white_mask_8_by_artofaviya-d66n41k

Aku kira, dengan mendengarnya langsung darimu, akan membuatku bisa berhenti berharap.

Membuatku menerima kenyataan, bahwa kau, kau lah yang melepasku.

Tapi bagi seorang aku, ternyata, mendengar pernyataanmu adalah sebuah hal yang membuatku kuat diawal. Tapi merintih ditengah perjalanan.

Terkadang aku bingung, apa aku benar-benar mencintaimu sebegitu besarnya? Hingga seseorang sepertiku, yang terbiasa menghadapi luka menganga, bisa dengan hebat terguncang saat kau katakan bahwa kau tak lagi menginginkanku disisimu.

Apa ini cinta? Atau hanya sebuah obsesi yang tak jelas awal dan akhirnya?!

Seseorang pernah berkata, bahwa seorang yang kuat akan dijatuhkan oleh sebuah hal bernama cinta. Pasti.

Aku kelu, kukira cinta menguatkan. Ternyata hanya melemahkan.
Karena kenyataannya, kau melepasku saat kau sedang tidak benar-benar memiliki.

Hingga hatiku masih menumbuhkan sebenih harapan untuk kelak dapat bersamamu.
Apa aku begitu menyedihkan?

Ah, sudahlah, ini hanyalah sebuah prosa yang bisa ditulis semua manusia yang tengah tak bisa tidur lalu tiba-tiba patah hati.

Jangan kau hiraukan, esok lusa, aku tetaplah seseorang yang ceria.

Tulisan, hanya sebuah kejujuran yang bersifat sementara. Saat ini, kutuliskan tulisan ini untuk memujimu begitu besar.

Tapi satu jam kemudian, setelah terlelap lalu kembali bangun esok pagi, aku telah melupakan perasaan penuh duka yang tertuang di barisan tulisan malam ini.

Selamat malam, kuharap kita selalu bahagia~


Artikel Terkait