Tinggalkan Puing Dan Kepingan Masa Lalumu! Rasa Syukur Membuatmu Lebih Hidup Kan?!

AADC 2 Website revisi embed 15 Januari 2016

Bahkan, pada waktu-waktu dulu, luka terlihat begitu akrab dengan airmata.

Tapi seiring berjalannya waktu, kau tahu, Tuhan Maha Tahu, kau akan mendapatkan apa yang benar-benar kau butuhkan.

Mungkin sebenarnya, kau tak membutuhkan dia, atau dia yang sesungguhnya tak begitu membutuhkanmu.

Hingga berhenti di tengah jalan adalah sebuah keharusan daripada melanjutkan kealpaan yang sudah pasti.

Bukankah kita tidak boleh berjanji saat tak yakin akan menepati?
Bukankah kita harus menyayangi diri sendiri sebelum benar-benar mencintai orang lain?

Luka, hanyalah masalah persepsi, semakin sempit pikiran, semakin perih meski hanya luka tusukan jarum yang menggores.
Jika saat itu kau memilih untuk putus asa lalu mati dengan cara tak terhormat, mungkin hari ini kau akan dikenang sebagai seburuk-buruknya manusia.

Tapi kenyataannya, kau bisa bebas, kau bisa lepas.
Toh, hidup memang begini kan?
Ada suka, duka, luka, bahagia.

Lewati saja, esok lusa, kau akan tahu seberapa jauh kau telah melangkah meninggalkan banyak puing-puing duka dan kepingan luka dibelakang.

Hingga kau sadar, “Kalau saja dulu aku berhenti, mungkin aku telah terkubur dibawah puing dan kepingan menyedihkan itu.”
Melangkahlah, hidup ini harus disyukuri.

Rasa syukur,… membuatmu lebih hidup kan?!


Artikel Terkait