Jika Iya, Menikahlah. Jika Tidak, Tinggalkanlah. Kau Pun Berhak Bahagia Kan ?

heart-book-bokeh-love-1

Jatuh cinta itu normal.

Berpacaran atau menjalin hubungan tanpa komitmen yang jelaslah yang membuat manusia terlihat bodoh, apalagi si wanita.

Meski sang lelaki mengucapkan sejuta janji manis, itu tidak akan lebih baik, daripada seorang lelaki yang memperjelas sebuah keadaan.

Jika iya, maka lanjutkan, menikah. Jika tidak, maka lupakan, jangan satu detikpun menangis atau bersedih lagi, hanya karena seseorang yang bukan siapa-siapa. Apalagi seseorang yang hanya berkontribusi menggores luka tanpa aba-aba dan alasan yang abstrak.

Jangan membuat seseorang menunggu, dan jangan minta ditunggu, ketika kita tahu, bahwa nafas untuk ke detik selanjutnya pun bisa habis tanpa indikasi yang putih!
Jika sudah terlanjur menyimpan rasa, atau kenangan yang membuat sesak dada, utarakan saja, dengan tujuan, menikah atau tinggalkan.

Pada akhirnya, apapun jawabannya, kita tahu, bahwa hati kita telah merdeka, hanya perlu menerima dan terus berjalan hingga sisa-sisa kesedihan menguap lalu hilang.

Memang tak mudah, mungkin akan lama.
Mungkin nanti, saat sayap-sayap kita dan masa lalu sudah sama-sama ikhlas terbang dilangit yang sama.

Mungkin kelak, saat seseorang yang lain datang dan membantumu terbang dengan satu sayap yang telah patah.
Tersenyumlah, setidaknya jujur membuatmu lega.

Kau pun berhak bahagia kan?:)


Artikel Terkait