Karena Ketika Hati Terasa Begitu Berpenyakit, Mungkin Lebih Baik Bagi Kita Untuk Menyendiri, Meyakinkan Diri,..

Image of opened magic book with magic lights

Ada kalanya, saat hati mulai goyah, iman serssa runtuh, jiwa begitu sesak, sempit dan gelap, lantas semua perbuatan menjadi tak bermakna, banyak membawa petaka. Mungkin kita butuh siraman bagi rohani. Mungkin kita butuh penerang.
Mungkin kita butuh nasihat. Mungkin…

Semoga nasihat yang satu ini bisa membawa kita pada sebuah jalan penuh cahaya-Nya ya!

“Dalam dekapan ukhuwah, kita mengambil cinta dari langit. Lalu menebarkannya di bumi. Sungguh di surga, menara-menara cahaya menjulang untuk hati yang saling mencinta.
———–
Karena beda antara kau dan aku sering jadi sengketa.
Karena kehormatan diri sering kita tinggikan di atas kebenaran.
Karena satu kesalahanmu padaku seolah menghapus sejuta kebaikan yang lalu.
Wasiat Sang Nabi itu rasanya berat sekali:
“Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara.”
Mungkin lebih baik kita berpisah sementara, sejenak saja, menjadi kepompong dan menyendiri, berdiri malam-malam, bersujud dalam-dalam, bertafakkur bersama iman yang menerangi hati.
Hingga tiba waktunya menjadi kupu-kupu yang terbang menari, melantun kebaikan di antara bunga, menebar keindahan pada dunia, lalu dengan rindu kita kembali ke dalam dekapan ukhuwah, mengambil cinta dari langit dan menebarkannya di bumi dengan persaudaraan suci: sebening prasangka, selembut nurani, sehangat semangat, senikmat berbagi, dan sekokoh janji.”

-Salim A. Fillah-

Iya, jika hati rasanya sudah begitu berpenyakit, lebih baik bagiku dan kamu untuk menyendiri, mengoreksi banyak hal. Hingga nanti, jika sudah siap, kita kembali terbang bersama, mengitari dunia, dengan hati yang lebih baik, lebih jernih~ Semoga.


Artikel Terkait