Karena Kau Tak Harus Selalu Menungguku. Mozaikmu dan Mozaik-ku Akan Dipertemukan Tanpa Harus Kau Paksakan Alurnya!

a-poetic-exploration-of-looking-for-god-by-kukogho-iruesiri-samson

Menunggu..
Kau bilang setia adalah menunggu, terus menunggu, hingga kelak kita bertemu.
Begitu katamu.

Tanpa ada kita berkabar, tanpa ada kepastian yang mengikat, hanya ada janji, janji seorang manusia yang kau tahu, tak kan pernah bisa dipegang.

Wanita bodoh sepertiku akan melakukannya. Menunggumu dengan hikmat.

Mengabaikan rasa was-was, mengacuhkan cinta lain yang lalu lalang datang ingin memberi kepastian.
Karena aku bodoh, jadi aku menunggumu.

Tapi itu dulu, sebelum pengetahuanku menuntunku pada pemahaman baru.

Hanya wanita bodoh yang mau menunggu dalam ketidakpastian.
Bahkan yang pasti sekalipun tak pernah pasti.
Dan aku tak ingin menjadi salah satu wanita bodoh itu (lagi), jadi aku melepaskanmu. Aku,.. tak ingin menunggumu lagi.

Aku percaya, setia tak pernah diukur dari seberapa hikmat seseorang menunggu yang lainnya. Setia itu, adalah menyegerakan kepastian, bukan menjanjikan kepastian.

Kini, saat ini, kita hanya butuh pergi jauh-jauh. Membentangkan sayap kita, terbang berkelana ke arah yang kita ingun tuju, terkadang, arah dimana angin membawa.

Kita mungkin akan berpisah begitu lama, dan tercampak dengan jarak yang tak terukur.

Tapi aku tahu, jika kelak sayapku tak membawaku kepadamu, pun sebaliknya, sayapku pasti akan membawaku kepada dia yang tak pernah menungguku, kepada dia yang tak pernah menjanjikan apapun padaku, kepada dia, yang ketika kami bertemu, akan memastikanku berada disisinya selamanya.

Percayalah, kau tak harus selalu menungguku, mozaik-ku dan mozaikmu akan bertemu tanpa harus kita paksakam alurnya. Sayap kita kelak akan berjumpa seberapa pun sulitnya.

Jangan kau berjanji. Karena aku tak akan menunggumu lagi.

Aku,.. tak akan menunggu siapapun.


Artikel Terkait