Seharusnya, Tak Pernah Kau Katakan Bahwa Kau Mencintaiku. Karena Saat Itu Aku Tak Tahu Akan Sesakit Ini Kehilanganmu,..

stitched-red-broken-heart

Jauuh, sebelum kau katakan bahwa kau mencintaiku, kau seharusnya tahu, kau tak seharusnya mempertahankan pandangan jatuh cinta itu, senyum bahagia melihatku tersipu.

Sebelum, kau katakan bahwa kau mencintaiku, seharusnya tak kau buarkan dirimu larut dalam cinta itu, hingga terperangkap dan benar-benar jatuh. Karena pada waktu yang sama, aku pun telah terlanjur jatuh.

Karena, jika semua proses pendekatan yang berlebihan itu seharusnya tak pernah ada, hingga kau tak perlu mengatakan cinta, dan aku tak perlu mencintaimu.

Karena pada akhirnya, pada waktu-waktu yanng mengharu biru, kau atau aku akan menjadi bosan, dan salah satu akan memilih pergi, salah satu yang paling lemah akan memutuskan untuk meninggalkan.

Meski kita tahu, ada, masih ada cinta yang tersisa saat aku pergi, dan kau membiarkanku.

Lalu rasa itu akan terkubur, seperti tak pernah ada, karena kau tak bisa melihatnya, dan aku pura-pura tak peduli.

Kita sama-sama menjalani hidup seolah tak mengenal satu sama lain, menjalani hidip masing-masing bahkan dengan orang yang baru.

Cinta yang awalnya satu-satunya milik kita, kini harus dibagikan dengan orang-orang baru yang juga berharap ketulusan cinta.

Seharusnya, kau tak pernah mengatakan cinta, dan aku seharusnya tak pernah menerima cinta yang belum matang itu.

Karena rasa yang belum matang yang kau buat seolah matang, lantas ketika kita jalani, rasa itu menjadi basi dan harus dibuang begitu saja meski kita tau, tak semua sisi pada rasa itu basi, masih ada sisi yang bisa diperbaiki, yang bisa dimatangkan.

Karena jika rasa itu dikatakan pada saat benar-benar matang, mungkin kita akan menjadi dua sejoli yang bahagia hingga nanti, saat mati menjadi satu-satunya pemisah yang tak bisa kita pungkiri.

Tapi, semua telah terjadi, kau dan aku adalah sebuah kisah yanng telah mati, yang sama-sama menanti seseorang yang akan mengatakan atau menyambut rasa itu, saat kita sudah benar-benar matang. Semoga.


Artikel Terkait