Bagaimana Aku Tak Cemburu, Saat Kau Melangkah Mendekati-Nya, Sementara Aku Berlari Menjauhi Dia!

d1061_27_941_1200

Bagaimana aku tak cemburu, melihatmu yang begitu teduh, sementara aku semakin menjauh.

Menjauh pada kebaikan Tuhan yang selama ini kita agungkan.
Bagaimana aku tak cemburu, melihatmu menjauhiku, sementara aku disini menahan sakit, pilu yang selalu mengingatmu.

Bagaimana aku tak cemburu, melihatmu semakin cemerlang, berjalan, beriringan dengan cahaya Lillah, sementara aku terombang-ambing dalam dunia yang kubuat dalam ketidaktahuan.

Bagaimana aku tak cemburu, pada engkau yang telah melupakanku, sementara aku selalu bermimpi indah tentang kita.

Bagaimana..

Bagaimana aku tak cemburu, membayangkan kau bersama dia yang pasti jauuuh, jauh lebih baik dariku, sementara aku semakin hari semakin mengikis imanku sendiri di jalan yang gelap gulita, tanpamu, tanpa pelita yang menuntunku kembali.

Bagaimana..
Katakan, bagaimana aku bisa bertahan dalam dunia kita yang berbalik 90 derajat?!

Ketika kau sedang begitu menggapai-Nya, aku sedang menjauhi-Nya.

Katakan, bagaimana mungkin kita bertemu pada satu titik bernama jodoh?!

Bukankah wanita yang baik untuk lelaki yang baik pula?
Lantas, dimana letak baikku jika disandingkan dengan sosok yang begitu sempurna sepertimu?

Bukan, bukan aku tak berjuang agar kita saling dipertemukan.
Tapi takdir dan jalan hidup kita berbeda dan mau sebaik apapun aku, aku tahu, sudah waktunya untuk menyadari, kau memang tak tercipta untukku.

Dari awal, kita memang tak pernah diciptakan menjadi satu.
Terima kasih, terima kasih telah menjadi bagian terindah sekaligus terpahit yang pernah kumiliki dihidupku yang terobrak abrik ini.

Semoga kelak, kita bisa dipertemukan lagi, tak harus menjadi jodoh bagi satu sama lain, cukup dipertemukan sebagai hamba Allah yang mencintai Allah seutuhnya. Aamiin.


Artikel Terkait