Karena Aku Sedang Berada Di Ambang Batas Antara Si Jatuh Cinta Dan Si Patah Hati, Aku Baik-Baik Saja

stitched-red-broken-heart

Seseorang, entah itu Shakespeare, atau William, atau Jonathan atau mungkin si John, pernah berkata, bahwa seseorang yang sedang jatuh cinta bisa merangkai kata layaknya seorang penyair kondang.

Tentu saja bukan begitu katanya, kalimatnya jauh lebih indah, tapi aku pura-pura lupa, dan malas mengetikkannya di mesin pencari.

Tapi bagiku, seorang patah hati bahkan lebih bisa merangkai kata layaknya penyair paling kondang pada zamannya. Bedanya, kata-kata seorang yang jatuh cinta akan membuatmu berdesir dan tersipu malu sementara kata-kata seseorang yang sedang patah sepatah-patahnya, akan membuatmu merasakan luka yang sama hingga menitikkan air mata.

Tapi hari ini, aku bukanlah seorang yang sedang jatuh cinta, tidak padamu, tidak padanya atau siapapun. Pun aku tak juga punya waktu untuk meratapi hati yang pernah kau patahkan. Karena kenyataannya, hati ini sudah kembali utuh walau debu-debu retaknya tetap mengalir ketika imanku mengalami kesedihan.

Ah, aku tak sedang berdusta. Amatilah betapa susah payah aku merangkai kata-kata tak penting ini. Karena aku tak sedang jatuh cinta maupun patah hati. Entah sudah berapa kali kuulangi kalimat ini.

Aku adalah seseorang yang berusaha mengontrol cinta yang aku punya agar tak jatuh berserakan dihati yang salah, itulah yang membuatku berbeda, aku berada diambang batas si pemabuk cinta dan si patah hati.

Mungkin nanti posisi itu akan berubah, entah menjauh ke kanan atau kiri. Atau tetap disana, menunggu jemputan yang sedang menatapku dari kejauhan dan berjalan perlahan, atau mungkin berlari, atau malah kini sedang jatuh cinta pada seseorang yang lain, atau,… sedang patah hati.


Artikel Terkait