Hidup Adalah Tentang Memaknai Kehidupan Itu Sendiri Dan Mendapati Kebahagiaan Sejati,..

traveller-woman

Hidup seperti hujan yang jatuh. Kadang kesedihan hanya mampir rintik-rintik. Kadang deras, kadang begitu lama, tapi tetap akan reda selama apapun, sederas apapun.

Hidup, tak bisa digeluti dengan renungan dan keputuasasaan. Tindakanlah yang diperlukan seorang manusia yang diberi akal pikiran.

Hidup, tak melulu soal kesedihan ataupun kebahagiaan.

Esensi hidup itu sendiri adalah bagaimana memaknai kehidupan.

Bagaimana bertahan, bagaimana melupakan kesedihan dan kepedihan, bagaimana mencintai orang lain dan diri sendiri dengan tidak berlebihan.

Hidup, adalah sebuah pertarungan antara nurani dan akal.

Ketika akal mulai meleset, maka nafsu lah yang lebih banyak mengambil alih tugas pikiran, bukan akal itu lagi.

Saat itu, nurani bukanlah pilihan, tapi keharusan. Keharusan untuk selalu melakukan kebaikan, keharusan untuk memperlihatkan kejujuran, keharusan untuk selalu berjuang menjadi manusia yang bermanfaat dan bermartabat. Bukan dimata manusia, tapi dimata Tuhan.

Saat akal dan nurani beriringan, saat itulah kebahagiaan sejati merasuki jiwa, hingga tak ada tempat untuk kesedihan dan keputusasaan. Bahagia yang sejati.

Bukankah itu yang semua orang inginkan? Sesuatu yang sejati. Di dunia, dan setelah dunia ini, nanti,..


Artikel Terkait