Pergilah Dengan Wanitamu yang Baru. Aku Tak Sebodoh Itu! Aku Tak Sebodoh Dia.

stitched-red-broken-heart

Kudengar deras hujan kala itu dari bilik kecil yang berusaha menyimpan perasaannya erat-erat.

Waktu itu, hujan adalah musik yang mengendalikan sepi, tapi tak bisa memastikan bahwa setelahnya kau akan baik-baik saja.

Hujan adalah VCD yang memutar segala kejadian dan cerita dari masa lalu.

Tentang aku dan kau.

Tentang kita yang berbagi payung kala senja bersedih tergantikan malam.

Kau tahu ?

Hujan hari ini menghanyutkan semua kisah indah yang pernah kita rajut jauh-jauh hari.

Ketika hujan ini berhenti, hanya ada sisa-sisa luka berserakan, kesedihan.

Karena satu kesalahanmu padaku, rusak segala benang yang telah kita jahit menjadi pakaian musim panas yang menyedihkan.

Karena satu kebohonganmu, rusak segala kejujuran yang pernah kau katakan.

Karena satu titik nila itu, rusak susu sebelanga.

Bagaimana kau harus mempebaikinya? Begitu tanyamu.

Kau mungkin bisa menarik semua paku yang kau tusukkan dibatinku.

Tapi kau tak akan pernah bisa melihat hati yang sepolos tanpa cela yang selalu mempercayaimu.

Kini, hanya ada hati yang penuh bekas yang tak cukup bisa untuk mengikhlaskan. Hanya mencoba melupakan.

Dan seperti lagu hujan di detik ini, pergilah, hanyutlah bersama bongkahan-bongkahan kecil yang mengairi sungai. Pergilah jauh, hanyutkan dirimu bersama semua masa lalu meyakitkan yang kau bawa ke hidup seorang wanita yang begitu tulus mencinta.

Pergilah dengan wanita barumu, tempatmu mengadu kebosanan tentang aku yang selalu kau tuntut menjadi sempurna.

Hanyutlah bersama ia yang mungkin jauh lebih baik dari perempuan ini.

Tak perlu kau melihat kebelakang, karena cintaku tak semurah itu. Cinta, bagiku adalah sebuah kehormatan yang tak bisa dimainkan seorang amatir sepertimu.

Pergilah, bawa semua dukaku dan jalani hidupmu yang baru dengan wanita itu.

Karena aku tak sebodoh itu. Aku tak sebodoh dia.


Artikel Terkait