Kucing Malang yang Sering Kami Terlantarkan, Ini Sebuah Cerita Untukmu!

maxresdefault

Hari itu, hari pertamaku berkenalan dengannya.

Ia seperti telah lama mengenalku, melirikku dari kejauhan saat aku baru pindah ke tempat baru.

Hari pertama, kubuka pintu kamarku lebar, ia menatapku penuh harap. Ah, tapi aku tak suka diperhatikan. Kututup pintu kamarku dan kembali menikmati makanan.

Hari-hari berikutnya, kulihat ia mondar-mandir didepan pintu. Tapi aku tak peduli.

Setelah makan, kuletakkan sisa-sisa makananku di lantai dekat teras kamarku. Begitu seterusnya, hingga aku sadar, sisa makanan itu selalu bersih setiap kali aku pulang.

Aku tahu, itu pasti kelakuan dia yang tak kutahu namanya. Dia seakan mengenalku, tapi aku bahkan tak tahu namanya.

Lantas aku terbiasa melakukan aktivitas meninggalkan makanan diteras untuknya. Hingga suatu hari, kami berpas-pasan ketika dia sedang memakan makanan sisaku.

Aku tak menyapanya, berlalu kedalam kamar. Lantas terdengar suaranya mendengus kesakitan, beberapa orang mencoba mengusirnya, tidak hanya dari makanan sisaku, tapi dari tempat ini.

Aku tahu, ia ditendang, dihina, bahkan dilempar dari lantai dua dan kesakitan. Aku tahu,… Tapi hanya diam.

Beberapa hari berlalu, aku tetap melakukan rutinitasku. Tapi kali ini, terasku masih kotor karena sisa makanan yang kini dikerubungi semut, lalat dan sebagainya. Begitu seterusnya. Hingga aku memutuskan untuk membuang langsung sisa-sisa makananku ke tempat sampah.

Hari-hari pun berlalu, entah kenapa kesedihan mendekapku tiap kali aku menikmati makananku.

Mungkin karena aku tak berbagi lagi dengannya. Mungkin aku,… merindukan kucing malang itu.


Artikel Terkait