Bagaimana Mungkin Memintamu Untuk Tetap Tinggal, Sementara Tempat Pulangmu Bukan Diriku Lagi

hipwee-1-9

Kau bilang, kala itu, senja tak lagi sama ketika aku melihatmu dibawah pelupuk rindu yang mencekam.

Rindu, karena mungkin, kita tak lagi akan bersua.
Saat itu, kau tak tersenyum, aku pun tak lupa, tak akan pernah lupa bahwa kau berjanji akan menepati janji.

Untuk hidup sampai mati.
Untuk bertemu lagi nanti.

Tak kugerakkan bola mataku, tak mengerling aku sedikitpun, saat kau langkahkan kaki begitu berat, seakan aku menahanmu.
Hari itu, kulihat matamu lewat genangan air yang tak begitu jernih, mata, yang kala itu masih jatuh cinta.

Dan tahun-tahun itu kita lewati, tanpa satu patah kata, tanpa memberi tau padaku, bahwa akhirnya, cinta tak lebih dari sebuah kata sepele yang bisa diumbar, dipermainkan bahkan dijual.

Karena bagimu, begitu mudah melupakan satu cinta saat cinta yang baru dipenuhi aroma penasaran.

Maka aku adalah luka, yang menunggumu sambil menggenggam jemari. Terisak, namun tak satupun mendengar tangisku.
Kau adalah cinta yang menyayatku menjadi luka yang berbekas, tak bisa kulupakan, tak akan mungkin kuhapus dari hati.

Bagaimana mungkin memaksamu untuk tetap tinggal sementara tempat pulangmu bukan tempat yang sama saat kita menuai cinta.

Bagaimana mungkin memintamu mengingatku, sementara ingatanmu sudah dihantui pemilik baru.

Bagaimana mungkin, meyakinimu untuk selalu mencintaiku sementara cintamu seluruhnya kini hanya untuknya,…


Artikel Terkait