Hidup Dalam Kepura-Puraan, Setiap Hari, Hingga Mati.

vtv-vietnam-television-environmental-awareness-see-what-you-are-pretending-to-see-i-see-what-you-are-pretending-to-see-ii-outdoor-9676-adeevee

Hidup seperti berpura-pura..

Kau bilang maaf, tapi hatimu masih mendidih.

Kau bilang bahagia, tapi lukamu semakin lebar.

Kau bilang marah, tapi cintamu tak berkurang sedikitpun, malah bertambah.

Kau bilang benci, tapi senyummu selalu terbit setiap mengingatnya.

Kau bilang itu, tapi hatimu inginkan ini.

Ada apa dengan hidup yang penuh dusta ini?

Dunia memang menjadi panggung yang penuh sandiwara.

Kau pilih pergi, tapi hatimu masih tertinggal.

Kau pilih suka, sementara hatimu dirudung duka.

Duhai, hidup, mengapa kau berdusta.

Wahai diri, pintar sekali kau menduakan realita.

Setiap orang berlomba-lomba dalam kepura-puraan, entah kenapa.

Ada yang berpura-pura demi sebuah kebaikan, tapi lebih banyak untuk berkubang dalam keburukan.

Ah, alangkah lucunya dunia ini.

Semua orang sibuk berpura-pura.

Berpura-pura baik, berpura-pura manis, berpura-pura suka, berpura-pura cinta, hingga lupa siapa dia sebenarnya. Hingga lupa hakikat apa yang ia pegang erat-erat, tanpa dusta.

Pada akhirnya, kita hanyalah manusia yang akan terus berpura-pura.

Berpura-pura baik-baik saja, berpura-pura bahagia, berpura-pura tidak apa-apa, berpura-pura hidup meski putus asa.

Lalu, biarlah begini, seterusnya. Karena memang begitu adanya kita yang siang malam berpantun “Kura-kura dalam perahu.” “Pura-pura tidak tahu.”

Selagi kepura-puraan itu tak menyesatkan kita hingga lupa diri dan tak berarti.

Biarlah terus begini, setiap hari, memanipulasi hati, sampai mati, lalu dibangkitkan lagi.


Artikel Terkait