5 Hal yang Harus Dikorbankan dan Diperjuangkan Untuk Sebuah Toga

galau

 

Hidup mahasiswa Jaya mahasiswa, apalagi bagi kamu para Mahasiswa tingkat akhir 😀 Menjadi mahasiswa merupakan sebagian kebahagiaan yang telah tercapai setelah tamat SMA. Angan angan belajar yang santai tanpa seragam yang ditentukan, semakin membuat menjadi mahasiswa adalah hal yang mengenakkan. Tapi apakah seperti itu praktinya? Tidak selalu demikian tentunya kan. Hha. Menjadi mahasiswa bukan berarti semakin santai, malahan mahasiswa harus memiliki tanggung jawab dengan julukannya yang bukan siswa lagi melainkan ada embel-embel Maha didepannya. Target pencapaian gelar yang pastinya butuh perjuangan ekstra. Apalagi bagi para mahasiswa yang sudah berada ditahun Akhir. Pastinya rentetan hal dalam penyusunan tugas akhir  bakal dirasakan. Lebih jelasnya yuk nyimak ulasan berikut ini!

1. Waktu Berkumpul Bersama Teman Berkurang

Tidak seperti awal kuliah, dimana sering ngumpul bareng sama temen-temen sejurusan ataupun lainnya. Sebagai mahasiswa tingkat akhir, hal tersebut akan jarang terjadi. Kita akan disibukkan dengan urusan masing-masing dalam proses menjemput gelar. Pada masa ini, kita pun akan lebih sering sendiri dan menyadari bahwa untuk urusan tugas akhir segala sesuatu harus di urus sendiri. So, tetap enjoy aja ya, anggap aja ini tahapan kita untuk belajar lebih mandiri.

2. Sibuk Nyari Masalah

Masalah? Kok malah di cari, bukannya harus dihindari ! Nah, maksud masalah disini adalah masalah ilmiah  yang harus kita temukan untuk menyusun tugas akhir kita. Pada tahap ini, kita akan disibukkan dengan berbagai sumber-sumber ataupun literatur yang akan kita angkat untuk dijadikan judul. Disinilah  jiwa ilmiah seorang mahasiswa  kita harus benar-benar diterapkan.

3. Sibuk Nyari Dosen

Setelah dapat masalah ilmiah, apa yang akan terjadi selanjutnya? Jreng-jjreng, ini dia, kita bakal disibukkan kembali untuk berhadapan dengan dosen pembimbing. Tahapan ini terkadang tidak berjalan sesuai harapan lho. Jadi jangan kaget kalau hasil jerih payah kita nyusun proposal, jungkir balik siang malam, eh pas udah ngajuin ke dosen gak diterima judulnya. Sabaarr. Yok ulang lagi dan kerjakan lagi. InsyaAllah lama kelamaan bakal di acc kok. So keep struggle bagi kamu mahasiswa tingkat akhir yang berada pada masa-masa ini.

4. Jadi Lebih Sering Ke Perpus

Nah ini dia, bagi sebagian mahasiswa sebelum tugas akhir menghampiri mengunjungi perpus adalah hal yang kurang diminati. Tapi yakin deh setelah tugas akhir melanda, perpus pun akan menjadi tempat yang mau tidak mau harus dikunjungi. Kebutuhan akan berbagai literatur untuk menunjang keberlangsungan tugas akhir, menuntut kita para mahasiswa akhir menjadikan perpus sebagai tempat tongkrongan utama.

5. Revisi dan Revisi 

Pada tahap ini, tingkat kesabaran dan kegigihan kamu bakalan di uji habis-habisan. Hasil karya tugas akhir yang telah diajukan ke dosen belum langsung berjalan mulus seperti yang kamu mau lho. Pemikiran yang kamu curahkan untuk tugas akhir belum tentu sejalan dengan dosen pembimbing. So, dari hal inilah Revisi pun bermunculan. Kamu bakal disibukkan dengan berbagai macam revisi yang diberikan oleh dosen dalam rentang waktu yang cuuukuup laama.Jangan nyerah deh pokoknya dan harus ekstra sabar. Percaya aja kalau usaha itu gak pernah menghianati hasil.

Itu dia beberapa hal yang bakal dirasakan oleh mahasiswa tingkat akhir dalam memperjuangkan tugas akhir. Dan masih banyak lagi yang lainnya yang pastinya dirasakan oleh kamu-kamu yang ada ditahap ini. Intinya, Jangan nyerah and always keep Fight ya. Ganbatte ! Tugas Akhir pasti berlalu.

 


Artikel Terkait