Karena Akan Ada Seseorang yang Membuatmu Jatuh Pada Cintanya Tanpa Perlu Ia Katakan Ribuan “I Love You”

marry

Akan ada lelaki yang jatuh cinta padamu pada pandangan pertama. Ketika tak sengaja kedua mata kalian bertemu. Ketika kau tersenyum lebar, mencuri perhatiannya, dan jarak hanyalah waktu yang berhenti berputar saat cakrawala cinta mekar pada hati dua insan yang berbunga-bunga.

Juga akan ada lelaki yang jatuh cinta padamu setiap hari, walau ia tak pernah memandangmu, walau mata kalian tak pernah bertemu. Yang menatapmu ketika untuk pertama kalinya kau jatuh cinta pada rembulan yang tak bisa kau gapai meski hanya bayangnya. Yang tertunduk pilu atas kisah cinta yang kau rajut bersama lelaki lain.

Ada, mereka ada.

Juga ada lelaki yang akan menelfonmu setiap hari, mengingatkanmu untuk makan dan tidur tepat waktu setiap malam atau mengecupmu lewat layar laptop. Memberikanmu perhatian penuh 24 jam mengalahkan satpam real estate yang memakai shift pagi dan malam.

Tapi juga ada lelaki yang jangankan menelfon, tahu nomormu pun tidak! Jangankan mengecup, menatap matamu pun tak sanggup! Hanya diam, namun tetap teduh menyeduh tiap kisah yang kau banggakan bersama pria lain.

Ada, mereka ada.

Lalu ada yang datang membawakanmu bunga, mengajakmu bersepeda berdua, menggenggam tanganmu erat saat menyebrang jalan dan memelukmu ketika pamit pulang. Mengantarmu hingga ke depan pintu kamar, memastikanmu terlelap dalam kelam, lalu pulang ketika larut malam.

Namun yang satu ini hanya bisa menyimpan rasanya dalam hati, tapi terus dijaganya, dibawanya kemana-mana, didalam doa, disaat sujud, menyebut namamu dalam hening dengan lirih nan sepi. Karena mencintaimu dengan tenang adalah segala yang ia mau.

Ada, mereka memang ada.

Dan yang pada akhirnya, lelaki pilihanmu adalah lelaki yang akan bosan mencium wanita yang sama setiap hari, lelaki yang akan meninggalkanmu begitu saja ketika ia jenuh dan kembali ketika ia merindukan ketulusanmu yang belum seharusnya kau berikan.

Dan lelaki yang menjaga perasaannya  akan tetap diam, mengamatimu menangis dari kejauhan. Meninggalkanmu payung saat kau kehujanan tanpa kau tahu ia siapa. Membiarkanmu terluka lalu bangkit sendirian karena ia percaya kau kuat. Lebih kuat dari yang kau tahu. Karena ia telah mengamatimu bertahun-tahun bersama kerlip bintang.

Dan saat rasa pada yang lama perlahan binasa, kau tahu bahwa kau berharga, kau terhormat, kau tidak segampangan itu, bahwa menjadi wanita baik-baik adalah dengan cara mendekati-Nya.

Lantas hidupmu kembali terang. Benderang. Senyummu merekah indah. Wajahmu teduh, pendirianmu teguh, jalanmu lurus.

Dan kepalamu tegak ketika melewati lelakimu yang lama. Lalu tunduk pada lelaki lainnya.

Hingga sampai pada masa dimana lelaki pertama mengejarmu layaknya orang gila. Namun rasamu sudah terlanjur pudar, bahkan tak bersisa barang setitik noda. Kau lebih tertarik untuk menata diri, menata masa depan, menjemput kehidupan yang lebih bersinar.

Dan kalian bertemu, kau dan dia yang selama ini mencintaimu dalam diam, dalam doa, dalam sepi, dalam hening. Bertemu di depan penghulu.

Dan saat itu adalah saat pertama mata kalian bertemu, dan kau ataupun dia tak perlu lagi membuang pandang, karena  tak ada jarak, dosa atau apapun itu yang membatasi kalian.

Sebuah kebahagiaan yang sempurna baru saja lahir bersama benih-benih cinta yang tumbuh begitu saja, tanpa ribuan kata “Aku mencintaimu.” Tanpa harus merendahkan martabatmu. Tanpa harus memberikan tubuhmu. Sebuah cinta yang sebenar cinta. Cinta yang sebenar cinta.


Artikel Terkait