Untuk Calon Ayah Bagi Anak-Anakku Kelak, Jadilah Cerminan Diriku Seperti yang Kau Harapkan

9k=

Kata orang, jodoh itu cerminan diri. Jika aku adalah orang yang pemalas. Pastilah kau adalah seseorang yang pemalas juga. Seperti diriku. Cerminan diriku.

Kata orang, jodoh itu terkoneksi. Saling berhubungan satu sama lain. Jika kini aku sedang menangis karena lututku berdarah, bukan tidak mungkin, kau, dimanapun berada, sedang menangis untuk hal yang sama, ataupun tidak.

Kata orang, jodoh tidak akan tertukar. Jika sekarang aku sedang menggenggam jemari lelaki lain, mungkin kini kau sedang jatuh cinta pada seseorang yang bukan aku, tentunya. Hingga kelak, entah bagaimana caranya, kita akan dipertemukan, saling jatuh cinta, dan melupakan semua cinta masa lalu.

Kata orang, wanita yang baik untuk lelaki yang baik pula. Ah, bahkan itu bukan hanya kata orang, melainkan perkataan Tuhan, diakui Rasul dan diimani orang-orang yang beriman. Lantas, jika saat ini dan mungkin hingga nanti, aku masih seperti ini, tidak cukup baik, apakah kau adalah lelaki yang juga tak begitu baik?

Jika aku adalah wanita yang masih sering menyakiti hati orang lain, apakah kau juga pria yang sama?

Ah, lelah aku menerka-nerka. Andai Tuhan mau memberikan sedikit clue tentangmu agar rasa penasaranku sedikit memudar. Nama, misalnya. Hanya sebuah nama. Katakanlah Jaka, maka mungkin aku akan gemetaran setiap kali berkenalan dengan seseorang bernama Jaka.

Lucu memang. Tapi aku sungguh penasaran tentang rahasia yang satu ini. Walaupun bukan tidak mungkin, bisa saja aku dijemput untuk pulang ke pangkuan-Nya sebelum aku bertemu denganmu.

Menyedihkan ya?

Tapi mungkin kita dipertemukan kelak di surga.

Yang harus kita lakukan kini hanyalah memperbaiki diri. Memiliki sikap yang kita inginkan pasangan kita miliki. Menjadi cerminan untuk jodoh kita masing-masing.

Maka, ketika esok kau bangun untuk Tahajud, mungkin aku sedang melakukan hal yang sama.

Ketika aku menangis tersedu, mengadu kepada-Nya, mungkin tangis kita sedang menyatu membelah bumi, terbanh ke langit dan dikabulkan-Nya.

Jika kau mati-matian menjaga hatimu hanya untukku seorang, tak mustahol jika aku sedang memikirkan hal yang sama.

Meskipun kita tak pernah bertemu. Mungkin pernah, ketika kau berada di seberang jalan, menatap aku yang sedang berteduh dari hujan. Tapi aku percaya, tak akan semudah itu terlintas dibenakmu bahwa aku, ternyata yang menjadi akhir penantianmu.

Jadi, bersabarlah. Skenario Tuhan selalu indah. Entah bagaimana cara kita bertemu, jatuh cinta dan pada akhirnya menikah. Tidak ada yang tahu. Misteri. Maka, tetaplah menjadi diriku yang kau mau. Karena disini, aku sungguh berusaha menjadi sosok dirimu yang aku mau.

 

 


Artikel Terkait