Aku Tak Ingin Menunggumu Karena Kau Belum Tentu Menjadi Akhirku

Dulu, bagiku pacaran itu menyenangkan. Bisa selalu dekat dengan orang yang kita suka setiap hari. Bahagia sekali rasanya. Tak terlukiskan. Rasanya membuncah seperti kebahagiaan memenuhi perutku hingga aku hanya ingin tersenyum begitu lebar dimanapun dan kapanpun, asal bersamanya.

Cinta via www.kauny.com
Cinta via www.kauny.com

Tapi seiring berjalannya waktu, rasa itu pudar. Entah itu aku, atau kau yang berubah. Sehingga semua rasa yang biasanya indah seketika menjadi hambar. Bosan. Lelah. Jenuh. Tak kita temukan kebahagiaan yang sama seperti awal kisah itu kita rajut.

9 dari 10 orang akan memilih gonta-ganti pacar untuk menghilangkan jejak kebosanan yang pada akhirnya berkali-kali kembali pada orang yang sama. Tapi satu, untuk sisa, menemukan kebahagiaan lain dari sebuah rasa bosan. Menunggu. Tapi, tak seperti menunggu yang selalu menyebalkan, menunggu dari sudut pandang ini berbeda.

Penasaran yang membuatnya ketagihan menunggu. Hampir setiap hari ia bertanya dengan senyum lebarnya. Siapa yang kelak menjadi imamku? Apakah dia yang pernah bersamaku? Atau seorang pria yang baru saja memarahiku karena tak sengaja menginjak kakinya. Atau lelaki yang menatapku diam-diam di bus perjalanan pulang. Atau mungkin teman masa kecil yang tak kuingat lagi.

Menunggu via unclegoop.com
Menunggu via unclegoop.com

Misteri paling indah adalah misteri jodoh. Karena sekali kita tahu hakikatnya, rasanya menunggu dalam kekosongan adalah sebuah keharusan ketimbang mengisi silih berganti bak transit dibanyak halte tapi tujuannya sudah jelas, satu. Melelahkan, pacaran adalah sebuah ketidakpastian yang melelahkan.

Hmm… Untuk jodohku.

Bagaimana mungkin aku tak bertanya-tanya siapa gerangan dirimu?

Apakah kau orang yang setiap hari tersenyum bersamaku. Atau orang yang selalu satu angkot denganku. Atau seperti takdir, kita selalu bertemu ketika aku ke toko buku favoritku, yang mungkin juga favoritmu. Atau mungkin kita adalah musuh bebuyutan. Atau ayahku dan ibumu dulu pernah saling jatuh hati?

Misteri….. Lagi-lagi misteri..

Jodohku, apakah kita pernah dipertemukan sebelumnya? Ah, aku sungguh ingin bertanya. Hanya ingin tahu jawabannya, siapa dia? Yang akhirnya menemaniku bersanding di pelaminan? Siapa dia yang akhirnya mengucapkan kalimat suci akad di depan ayah dan ibu serta penghulu.

Siapa dia, yang akhirnya kuterima lamarannya. Dan aku sungguh ingin tahu kenapa aku memilihmu.

Apakah karena ketampananmu, rasa humormu, kebaikanmu atau agamamu?

Aku sungguh penasaran…

Sama penasarannya dengan kenapa kau memilihku diantara milyaran wanita didunia yang masih lebih sempurna dariku.

Apa yang membuatmu menggenapkanku?

Aku sungguh ingin tahu…..

Kata orang, lelaki yang baik untuk wanita yang baik pula.

Lantas, apakah kau adalah orang yang menyebalkan, sama sepertiku? Atau kau sangat egois, juga sepertiku?

Aku sungguh ingin tahu…

Aku bisa menunggumu bertahun-tahun dengan tetap menjaga diriku untuk terus sendiri sampai pada waktu yang telah ditentukan. Tapi, terkadang aku tak bisa membohongi diriku betapa aku ingin tahu, siapa akhir dari penantianku?

Siapa yang berada diujung jalan, setia menungguku?

Bertemu yang dicinta via tidurdotcom.wordpress.com
Bertemu yang dicinta via tidurdotcom.wordpress.com

Apakah orang yang sama, yang paling lama singgah dihatiku?

Atau orang yang sama sekali baru dalam hidupku?

Atau mungkin, kita pernah bertemu disuatu tempat dan hanya kau yang melihatku? Tersenyum sendirian karena tingkah anehku? Ataukah aku pernah membantumu dan membuatmu mulai mengingatku?

Bukankah misteri ini begitu indah?

Menunggu bertahun-tahun untuk satu jawaban yang satu clue pun kita tak punya.

Menunggu bertahun-tahun untuk seseorang yang kita tak tahu. Sama sekali buta. Gelap gulita.

Ibarat berjalan perlahan menuju ujung jalan yang panjang, untuk menatap seseorang yang pada akhirnya memilihmu dan kau memilihnya.

Sebuah mozaik yang indah, yang terkadang membuatku begitu terpesona akan skenario Tuhan yang tertutup begitu rapat tapi memancarkan celah-celah cemerlang.

Ah, bagaimana mungkin aku mau menghabiskan waktuku bersama seseorang yang belum tentu menungguku diujung jalan penantian.

Bagaimana mungkin aku merelakan hati dan fisikku disentuh seseorang yang belum tentu menjadi akhir dari perjalanan panjangku.

Bagaimana mungkin, sungguh tidak mungkin. Karena membayangkan aku dengan belasan pria dalam perjalananku menuju yang ‘dituju’ sungguh melelahkan dan mengerikan.

Karena bayangkanlah, bagaimana noda hati dan fisikku setelah dengan mudahnya aku berikan pada belasan pria yang belum tentu jadi imamku.

Maka imamku harus menatap mata yang sudah ditatap puluhan pria dengan mudah.

Imamku harus menyentuh jemari yang entah sudah berapa lelaki yang menyentuhnya. Imamku harus menikmati semua hal yang sedikit banyak sudah dilewati lelaki lain.

Membayangkannya saja aku benci. Karena aku juga tak tahu harus bagaimana jika lelaki yang menjadi akhirku adalah lelaki yang sudah menyentuh ratusan wanita. Hal itu terkadang membuatku takut.

Sehingga aku putuskan untuk tetap menunggu dan menunggu. Sendirian.

Hingga aku sampai pada tujuanku. Menatapmu penuh kekaguman. Menemukan jawaban yang selama ini aku perjuangkan dengan memperbaiki diri dan doa yang tiada henti dipanjatkan.

Hingga kelak, ketika kita sama-sama sampai, tak ada yang perlu menjadi sesal. Semua sempurna, seperti diawal cerita.

Dan meskipun setiap orang mempunyai seseorang yang memenuhi hatinya dengan porsi yang lebih banyak, aku memutuskan untuk tak menunggu orang itu. Aku tak ingin menunggu siapapun. Karena aku hanya ingin membuka hati ini nanti, saat aku telah sampai. Karena dengan begitu, aku tidak akan menghembuskan nafas kecewa ketika diujung jalanku, yang kulihat bukanlah dia, melainkan kau, jodohku.

Aku bukan tak sabar, hanya tak ingin menanti
Karena berani memutuskan adalah juga kesabaran
Karena terkadang penantian
Membuka pintu-pintu syaithan

-Salim A. Fillah-

Jangan pernah menunggu siapapun. Karena dalam urusan jodoh, yang harus ditunggu hanyalah seseorang yang diakhir perjalanan memilihmu. Bukan yang kini menemanimu atau yang pernah mengisi hatimu. Jodoh, adalah hal yang tidak akan pernah kita tahu jika kita tak sampai diujung perjalanan. Jadi, jangan pernah menunggu siapapun.


Artikel Terkait