4 Pelajaran Berharga yang Bisa di Petik Pasca Musibah Jatuhnya Air Asia QZ8501

Air Asia

Berita hilangnya Air Asia QZ8501 dari radar pada hari Minggu pagi (28/12/14),membuat masyarakat heboh. Duka tumpah ruah dimana-mana, isak tangis terdengar dari keluarga para penumpang Air Asia QZ8501. Selain itu, banyak orang yang terkejut akan kecelakaan ini karena reputasi Air Asia yang sudah baik di kalangan masyarakat yang mana jarang terjadi kecelakan.

Tiga hari kemudian serpihan-serpihan Air Asia QZ8501 berhasil ditemukan di selat Karimata. Ditemukan juga tiga orang mayat yang diduga penumpang pesawat, mayat-mayat lainnya pun ikut ditemukan.Sampai tanggal 22 Januari, 59 orang mayat sudah ditemukan.

Meski sudah hampir sebulan berlalu, masih banyak orang yang mengamati insiden ini. Pihak keluarga korban kecelakaan yang mayatnya belum ditemukan juga sedang berharap-harap cemas, menunggu hari demi hari sambil berdoa pada Yang Maha Kuasa.

Kecelakaan selalu menyebabkan duka dan air mata, tapi kecelakaan juga membuat kita belajar. Inilah pelajaran yang bisa dipetik pasca musibah jatuhnya Air Asia QZ8501 :

1. Takdir Tuhan Tidak Bisa Di Ganggu Gugat

Air Asia QZ8501
Oh God Save Air Asia QZ8501 via http://lifestyle.okezone.com/

Tuhan memberikan kita nyawa, tapi sewaktu-waktu Tuhan juga dapat mencabut nyawa yang telah dianugerahkan kepada kita. Kita semua tahu bahwa semua yang hidup pasti akan binasa, tapi apakah kita selalu mengingatnya?

Dengan adanya musibah ini, kita kembali diberi peringatan bahwa suatu saat kita pasti akan meninggal, kamu dan saya sudah pasti akan meninggal entah kapan. Bisa saja setelah menulis artikel ini saya langsung meninggal, bisa juga setelah kamu baca artikel ini, malah kamu yang meninggal. Kalau sudah takdir, jangankan naik pesawat, diam dirumah tidur diranjang empuk pun kamu tidak bisa menghindari yang namanya kematian.

Memang terdengar seram, tapi itulah takdir, sobat!

2. Bersyukurlah Karena…

isak tangis
Sayangilah keluargamu yang masih ada via http://nasional.news.viva.co.id/

Saat kamu melihat tayangan berita di televisi tentang keluarga korban kecelakaan Air Asia QZ8501 yang sangat berduka, maka kamu harus bersyukur. Bersyukurlah jika Ibumu masih bernafas meski kulitnya keriput, bersyukurlah jika Ayahmu belum berada di liang kubur meski rambutnya beruban, dan bersyukurlah jika saudaramu masih setia disampingmu.

Bersyukur dan perlakukanlah mereka dengan baik, karena kamu tidak akan pernah tahu kapan malaikat maut mencabut nyawa orang-orang yang kamu sayangi.

3. Evaluasi Bersama

evaluasi bersama
Evaluasi Bersama via http://www.tribunnews.com/

Dengan adanya musibah ini, maka beberapa pihak terkait seperti pemerintah, pengusaha yang bergelut dalam industri penerbangan, serta pihak terkait lainnya agar bisa lebih meningkatkan faktor keselamatan serta peningkatan kemampuan teknis yang bisa meminimalisir gangguan saat terbang. Selain itu evaluasi juga diperlukan agar bisa diketahui penyebab dan langkah antisipasi agar hal ini tidak terulang dikemudian hari.

4. Harus Semakin Cerdas

AirAsia Group Chief Executive Officer Tony Fernandes via http://news.okezone.com/
CEO Air Asia Tony Fernandes via http://news.okezone.com/

Bukan hanya pelajaran hidup saja yang kita dapat dari musibah ini, tapi kita juga dapat pelajaran tentang sains. Dugaan penyebab terjadinya kecelakaan pada Air Asia QZ8501 yang ramai diperbincangkan di media massa adalah karena awan Culumbus Nimbus yang tinggi seperti gunung raksasa. Di dalam awan tersebut terdapat butiran es yang menyebar, dan badai petir yang mengkilat, dan kalau butiran es itu masuk ke mesin, mesinnya bisa mati. Karena itulah banyak pilot yang menghindari awan Cumulus Nimbus.


Artikel Terkait